Siapa Menanam, dia Menuai

Segala perbuatan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri

Kadang kita ingin mendapatkan kebaikan, tetapi karena terkecoh oleh keadaan, yang dilakukan malah hal yag tidak baik, sehingga hasil yang didapatkan juga tidak akan baik.

Keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mencari ilmu agama di majelis sehingga kita mendapatkan tambahan pengetahuan bagaimana cara untuk meningkatkan ketaqwaan adalah salah satu perwujudan melakukan perbuatan yang hasilnya sesuai dengan keinginan.

Keinginan untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dengan cara mencari materi dengan sebanyak-banyaknya sampai tidak menghiraukan halal atau haram, merupakan salah satu contoh perbuatan yang tidak sesuai dengan keinginan karena terkecoh asumsi bahwa kebahagiaan bisa didapatkan dengan materi. Perbuatan tidak baik mencari rejeki dengan cara haram tentunya akan kembali kepada diri sendiri dengan rejeki yang tidak barokah dan akan mendatangkan bencana.

Banyak orang terlilit hutang yang dengan beban ini sampai menyebabkan gelap mata sehingga apapun cara dilakukan untuk keluar dari jeratan hutang, sehingga ada yang sampai nekad melakukan pesugihan agar bisa mendapatkan uang untuk melunasi utang-utangnya. Hal ini tentu saja di haramkan dalam agama dan termasuk dosa Musyrik. Niat baik ingin melunasi hutang menjadi dosa besar karena yang dilakukan adalah pesugihan.


Hati-hatilah dalam berperilaku di dunia ini, perbuatan yang baik pasti hasilnya akan baik, juga perbuatan yang tidak baik walaupun niatnya untuk kebaikan, hanya akan menghasilkan kemudharatan dan kerusakan.

Firman Allah SWT:

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Az Zalzalah: 7-8) “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS:Ar-Rahmaan | Ayat: 60)


Mempunyai seorang Mursyid atau pembimbing agama akan sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan, sehingga di dunia ini kita dibimbing untuk selalu beramal dan berperilaku baik, tidak terkecoh semu nya duniawi, agar kita bisa menuai hasil di dunia dan di akhirat kelak adalah panen buah kebaikan.