Perjalanan Hidup


Narasumber: Bapak Antono Basuki , 6 April 2020


Bab 1: Definisi


Yang dimaksud hidup itu adalah kita menjalani perjalanan dan harus berada di jalan yang lurus/benar, tidak boleh berhenti(misalnya bunuh diri) juga jangan malas (sesuai dengan Al-Quran QS.1:6)

Tolok ukur sebagai pedoman jika kita sudah berjalan dijalan yang lurus: yaitu kita akan mendapat kenikmatan/bahagia dan Allah tidak murka, dan kita tidak akan tersesat (sesuai dengan Al-Quran QS.1:7)

Bab 2: Siapakah Manusia

1. Terdiri dari jasmani dan rohani dan rohani, Ruhani manusia bersaksi atas ke-Esa-an Allah agar tidak lengah

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”(QS.7:172)

2. Setiap orang akang menanggung perbuatannya masing-masing

“Atau agar kamu mengatakan, “Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?”(QS.7:173)

3. Jasmani adalah sebagai Saksi

Jasmani berbuat atas perintah rohani, maka di akhirat statusnya hanya menjadi saksi dan ruhani yang bertanggung jawab

Pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”( QS.24:24)

Bab 3: Sholat yang Benar dengan pedoman dari Al-Quran

² Agar perbuatan kita benar, maka harus mengikuti pedoman hidup Al-Quran & Hadist dan mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

² Misalnya dalam beribadah bagaimana Sholat yang benar

² Sholat yang benar itu harus sesuai dengan yang dilakukan Rasulullah yang sudah meninggal 1400 tahun yang lalu

² Sholat terdiri dari gerakan & ucapan

² Jika kita belajar hanya dari buku, tentunya kita akan kesulitan mengikuti gerakan yang sesuai dengan contoh Rasulullah, karena tidak mungkin bisa mendefinisikan gerakan dalam bentuk tulisan

² Idealnya agar sholat kita benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah adalah dengan melihat rekaman video ataupun foto dari Rasul ketika Sholat, tapi tentu saja itu mustahil.

² Disinilah peran Al-Quran sebagai pedoman hidup manusia, ayat-ayat Al-Quran yang memberi petunjuk bagaimana agar Sholat kita bisa sesuai dengan tuntunan Rasulullah bisa disimak di bab berikutnya.


Bab 4: Kondisi Manusia yang telah meninggal dunia

Manusia yang meninggal kemudian diberikan Cahaya (Nur) Al-Quran

“Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.”(QS.6:122)

Ada manusia yang sama-sama meninggal dengan 2 kondisi yang berbeda:

1. Diberikan cahaya yang terang, dan bisa keluar berjalan di tengah orang banyak

2. Dalam keadaan gelap gulita dan tidak dapat keluar dari alam Qubur

Cahaya yang dapat membuat manusia seperti dalam kondisi Nomor. 1 adalah Nur Al-Quran

Manusia yang meninggal di jalan Allah sebenarnya hidup dan dapat berkomunikasi

1. Kekuatan Al-Quran dapat membuat orang yang sudah mati dapat berbicara

“Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, (itulah Al-Qur'an). Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah (penaklukkan Mekah). Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.” (Q.S.13:31)

2. Orang yang gugur di jalan Allah sebenarnya hidup tapi kita tidak menyadarinya

Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.(QS.2:154)

Bab 5: Mengetahui Shalat yang benar langsung dari sumber yang Benar

Dari uraian ayat-ayat Al-Quran diatas, ternyata dimungkinkan orang yang masih hidup bisa berkomunikasi dengan manusia yang sudah meninggal, asal yang sudah meninggal tersebut dapat memenuhi keriteria sebagai berikut:

1. Gugur di jalan Allah

2. Mendapat Nur Al Quran

Salah satu contoh hamba Allah yang memenuhi syarat tersebut misalnya adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA

Misalnya jika ada seorang Guru Mursyid dengan karomah yang dianugerahkan Allah bisa berkomunikasi dengan Sayidina Ali, tentunya Beliau bisa memberi pelajaran kepada Guru Mursyid tersebut bagaimana tata cara sholat yang benar yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Sehingga dimungkinan untuk kita dalam mempelajari Sholat yang benar sesuai dengan tuntutan Rasulullah SAW jika berguru kepada Guru Mursyid yang benar.

Untuk dapat menemukan Guru Mursyid yang benar, maka kita harus berdo’a kepada Allah memohon petunjuk


Bab 6: Mengatasi Kehidupan yang berat terkait Virus Corona

Kondisi bangsa Indonesia terkini akibat wabah Virus Corona:

1. Ekonomi merosot tajam

2. Runtuhnya moral dan keyakinan dengan banyaknya orang putus asa, bunuh diri, was-was dan khawatir

Dengan latar belakang kondisi tersebut diatas, 2 ilmu kehidupan berikut semoga bisa memberi solusi atas keterpurukan mental masyarakat agar meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT:

Ilmu Pesawat:

n Analogi Pesawat:

² Bahan Bakar terbatas

² Sebelum kehabisan bahan bakar pesawat harus sudah landing untuk masuk hanggar sebagai akhir perjalanan

² Jika seenaknya pesawat terbang tanpa memperhatikan bahan bakar, maka resikonya akan jatuh kehabisan bahan bakar

n Kondisi Kehidupan:

² Umur manusia terbatas

² Selama dalam perjalanan hidup di dunia, sebelum sampai pada akhir perjalanan hidupnya, maka manusia harus selalu meningkatkan amal ibadah sebagai bekal nanti di kehidupan akhirat

Ilmu Pilot:

n Analogi Pilot:

² Tidak bisa melihat rute jalan

² Untuk selamat agar sampai tujuan maka pilot harus menguasai alat navigasi

n Kondisi kehidupan:

² Kondisi manusia tidak mengetahui masa depan

² Manusia harus berpedoman kepada Al-Quran & Al-Hadist agar bisa selamat dalam perjalanan hidup

Manusia tidak bisa mengetahui masa depan, karena sepenuhnya dikuasai oleh Allah

“Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS.39:42)

Selama masih diberi umur, manusia pasti dijamin oleh Allah untuk memperoleh rejeki/kehidupan

Allah pasti menolong dan merubah berdasarkan:

1. Keyakinan

2. Usaha

Contoh pengalaman hidup yang terjadi kepada Bapak Antono adalah pernah mengalami 5 tahun tidak menerima gaji, karena digunakan untuk menyicil hutang, tapi karena keyakinan dan usaha maksimal maka sampai sekarang masih diberi rejeki oleh Allah SWT

Seorang muslim sebaiknya tidak berprasangka buruk terhadap Allah dengan menyatakan virus covid-19 adalah sebuah azab, yang baik itu datangnya dari Allah hanya sementara mungkin kita belum tahu dimana letak baiknya.

Hikmah yang bisa diambil dari peristiwa wabah virus corona saat ini adalah agar kita:

² Meningkatkan rasa ketergantungan kepada Allah, karena obatnya belum ditemukan.

² Agar ketergantungannya total sehingga memunculkan rasa ketenangan caranya adalah meningkatkan Ikhlas dan pasrah total kepada Allah SWT

3. Pesan yang mungkin ingin disampaikan Allah kepada kita semua melalui peristiwa wabah virus corona ini:

² Kemampuan manusia terbatas, buktinya vaksin belum bisa ditemukan

² Allah Maha Kuasa, melawan virus yang berukuran mikro saja manusia sudah kewalahan

² Tidak boleh lengah dengan kenyamanan karena akan membuat kita lalai bergantung kepada Allah

Bab 7: Waspada kepada Syetan/Iblis yang mengintai

Selama masih diberi kesempatan hidup, mari kita selalu meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, karen manusia pasti menyesal setelah dia meninggal, dan akan meminta untuk dihidupkan untuk dapat beribadah kembali walaupun hanya sebentar (sesuai dengan Al-Quran QS.14:44)

Tapi dalam prosesnya manusia berkeinginan baik, perjalanannya pasti akan diganggu oleh syetan (QS.114)

Kita harus sangat hati-hati terhadap syetan/iblis, karena dengan kepintarannya kita seringkali tidak bisa menyadari keberadaannya.

Contoh hebatnya Syetan dalam bersembunyi:

² Jika kita bertanya pada diri sendiri pasti tidak akan ada yang mengakui dirinya sebagai syetan

² Juga kita tidak akan berani untuk menuduh orang lain adalah syetan

Secara perilaku manusia bisa dikategorikan sebagai Syetan tanpa disadarinya

Tanda-tanda bagaimana kita bisa mengetahui kehadiran Syetan adalah biasanya orang tersebut sebetulnya adalah salah tapi dia merasa benar karena dalam kondisi sudah terpimpin oleh Syetan

“Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.”(QS.7:30)

Bab 8: Penutup

Kita harus selalu waspada dalam setiap tindakan Karena neraka itu bahan bakarnya adalah dari manusia.

“Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”(Q.S.2:24)

Bahkan untuk sebuah niat sekalipun akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. “(Q.S.2:284)

Kita hidup adalah karena keinginan Allah, maka setelah hidup tugas kita adalah untuk mewujudkan keinginan Allah