You Pass Today's Test: Cerita Test SIM Mobil di Jepang Langsung Lulus !

Updated: Mar 19

Oleh : Budiman

Curhat Dulu Ya....

Dari judul diatas mungkin tidak terkesan ada konten relegius dari cerita pendek yang saya tulis kali ini, memang di jaman instant sekarang paling mudah menilai sesuatu secara sepintas dari judul, kulit, tampilan dan rupa tanpa sempat membaca konten isinya, budaya membaca mulai hilang tergantikan informasi instant di medsos yang nilai kebenarannya diarahkan dengan kepentingan si pembuat konten. Peristiwa musibah yang malah dijadikan ajang cari panggung oleh sebagian pihak dalam melampiaskan syahwat nafsu politik untuk menjadi penguasa.


Pendahuluan

Selanjutnya mari kembali lanjutkan topik cerita yang semoga bisa sedikit memberikan inspitasi bagi pembaca semua.

Selama 10 tahun terakhir saya bekerja sebagai konsultan di bidang telekomunikasi. Tidak terasa sudah 8 negara dari 3 benua yang disinggahi, semoga ada jejak sujud yang masih membekas untuk saksi meringankan beban dosa saya di akherat kelak, amin.


"Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak" (QS.4:100)


Mengajukan Pembuatan SIM Jepang

Kali ini Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk merasakan indahnya bumi Allah yang dinamakan Jepang. Dari sekian banyak pengalaman yang sudah dilewati dalam setahun ini, saya mau mencoba berbagi pengalaman ketika membuat SIM di Jepang.

SIM internasional dari Indonesia tidak berlaku di Jepang, artinya kita harus mengikuti lagi tes tertulis dan praktek untuk mendapatkan SIM di Jepang. Dan dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan SIM di Jepang. Beberapa alasan kenapa saya tulis memberanikan diri adalah:

1. Belum mengerti bahasa Jepang

2. Tidak bisa baca tulis huruf Jepang alias buta huruf

3. Pengalaman rekan yang sudah bisa bahasa Jepang dan coba ikut tes ,dipastikan gagal sampai harus mengulang minimal 4x, ada yang sampai setahun coba baru lulus.


Singkat cerita, tes tertulis bisa dilalui dengan nilai sempurna karena pengantarnya bahasa Inggris, tetapi karena padatnya jadwal, tes praktek baru bisa dijadwalkan sebulan kemudian.

Untuk persiapan tes praktek SIM, teman menyarankan untuk mengambil kursus kilat agar bisa ada gambaran sebelumnya. Beberapa sekolah mengemudi berbahasa Inggris yang dihubungi tidak bisa melayani karena alasan jadwal yang sudah padat, sehingga akhirnya pasrah tanpa persiapan.

"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya" (QS.96:5)


Proses Bagaimana Allah Menolong

Seminggu kemudian keadaan tidak terduga terjadi, tiba-tiba wabah Corona Virus meluas di Jepang dan pemerintah mengumumkan keadaan darurat dimana semua aktifitas dibatasi, sekolah diliburkan dan karyawan dihimbau bekerja di rumah.


Teringat nasihat Guru saya, bahwa hidup itu sesungguhnya hanya sehari yang diulang-ulang terus sampai kita mati, yang berganti hanya episode, aktor, judul dan lokasi kejadian. Jika pola nya sudah di fahami, maka skenario selanjutnya sudah bisa ditebak kemana arahnya.

Ibarat soal matematika kelas 1 SD nya Vino, dengan menghitung rumus pola bilangan yang tepat maka akan didapatkan deret bilangan yang berurutan.


Skenario dimulai ketika saya mendapat instruksi bekerja dirumah karena di kantor ada kabar karyawan yang suspect corona. Anak-anak juga diharuskan untuk belajar dirumah karena sekolah ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.


Saat itu Allah sepertinya betul-betul mencari alasan agar bisa menolong saya


3 minggu terakhir ini keseharian kita lalui bersama di dalam apartment kecil ukuran 45m2, tingkah anak-anak yang mulai jenuh tidak bisa bertemu teman-teman dan berlarian di sekolah, membuat mereka melampiaskan energinya di dalam rumah denga keributan-keributan yang membuat istri sering hilang kesabaran, pekerjaan sering tidak selesai pada waktunya karena selalu di ganggu si kecil, dan macam-macam sparring partner sabar lainnya. Tapi saya masih bersyukur kondisi ini bisa dilalui bersama keluarga, tak terbayang bosannya kalau harus menghabiskan isolasi ini sendirian. Karena bekerja dirumah, waktu yang lebih bebas juga membuat saya leluasa bisa menjalankan ibadah sholat di awal waktu dengan lebih tumaninah.


"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S.2:153)


Menjelang Test Praktek Menyetir

Tidak terasa 3 hari menjelang tes mengemudi, dan saya tersadar bahwa belum ada persiapan sama sekali, akhirnya dokumen dari departemen SIM Jepang saya mulai baca dan ada beberapa peraturan dan prosedur cara mengemudi khas di Jepang yang saya coba hafalkan kemudian mencari informasi tambahan di YouTube dan mengenali rute untuk tes dari Google earth.

Dan momen istimewanya adalah setelah setahun di Jepang akhirnya saya belajar bahasa Jepang !! Sekedar untuk greeting, arah kiri-kanan-lurus dan menghafalkan angka Cukup dari angka 1-20 dengan pengajar mas Vino ( kelas 1 SD)

Malam itu saya belajar cara menyetir khas Jepang dengan banyak prosedur dan aturan dan menghafalkan rute tes sampai jam 12 dan akhirnya ditutup dengan sholat Hajat.


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri". (Q.S.13:11)


Manusia hanya sebatas Usaha, Allah yang menetukan Hasil

Di hari tes mengemudi itu saya tidak sendiri, ada 24 orang asing yang dijadwalkan pada session pagi, sepertinya semuanya bisa bahasa Jepang karena hanya saya yang tidak bisa berkomunikasi dengan petugas polisi yang mengatur pelaksanaannya tes.

Dari urutan test saya termasuk yang no urut belakang, dari peserta tes terdahulu banyak yang dihentikan ditengah jalan ketika melakukan kesalahan sehingga dinyatakan tidak lulus, hal ini mendorong saya pasrah kepada Allah untuk tahu diri tidak berharapan tinggi karena sadar banyak kekurangan terutama dalam bahasa, Dzikir dan shalawat cukup memberikan rasa tenang selama 1,5 jam masa tunggu giliran test


Melangkah ke sirkuit tempat tes rasanya mulai ringan, rasa grogi sepertinya tertinggal di ruangan. Pertama kali bertemu petugas polisi yang sudah menunggu di kursi penumpang depan, saya ucapkan "hiogozaimasta, watasiwa Nihongo hanase masen" (maaf saya tidak bisa bahasa Jepang). Rangkaian penilaian dimulai sebelum masuk kendaraan, setiap tahapan prosedur saya lakukan tanpa ada yang terlewati, sampai kita stater mobil dan mulai berjalan di sirkuit tes. Banyak instruksi dari Pak Polisi yang saya kurang mengerti, tapi rasanya saya sudah bisa menebak kemana rute yang diinginkan sehingga arahnya sudah terbayang dari rute yang semalam dipelajari dari google earth.

Pada akhirnya semua rute saya lewati sampai selesai dan ini tandanya tes mengemudi kita sudah 90% berhasil !

Dan memang ternyata Pak Polisi menyerahkan kartu warna pink pertanda kita lulus, Alhamdulillah.

Rasanya tidak percaya sampai saya mengulang bertanya ke Pak Polisi apakah benar test saya lulus, dan sekali lagi beliau meyakinkan dengan menunjuk tulisan di kartu itu dalam versi bahasa Inggris:

"You Pass Today's Test"

"dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (Q.S.65:3)


Keberhasilan mendapatkan SIM di Jepang dalam percobaan pertama memang terasa menyenangkan, akan tetapi berkesempatan merasakan sifat Rohim nya Allah yang sangat perhatiannya mengurusi kita adalah pengalaman ruhani yang sungguh luar biasa

Semoga Allah masih berkenan untuk selalu membimbing hambaNya agar di esok hari kembali medapatkan kartu warna apa saja tapi tetap dengan tulisan yang sama: "You Pass Today's Test"


Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat (Q.S.76:2)


Wassalam

171 views